Perbedaan, Jenis dan Contoh Kalimat Direct & Indirect Speech

Perbedaan, Jenis dan Contoh Kalimat Direct & Indirect Speech

Posted on

Bertemu lagi dengan kamiii,,,sahabatku, hari ini sudah menyimak berita yang lagi nge-booming blm? Wah ternyata kalian rajn menyimak berita ya? Baguus deh,,apa yang disampaikan oleh presenter? Apa yang dikatakan oleh narasumber langsung?

Perbedaan, Jenis dan Contoh Kalimat Direct & Indirect Speech

Dalam dunia “penyiaran” khususnya dalam berita, sering kita menyaksikan penuturan langsung dari nara sumber yang biasanya terjadi pada sesi wawancara. Kalimat yang dikatakan oleh nara sumber itu dsebut kalimat langsung (Direct speech). Dan kalimat nara sumber yang disampaikan oleh presenter/orang lain disebut kalimat tidak langsung (indirect speech)

Dasarnya Direct Speech (kalimat langsung) adalah kutipan asli suatu kalimat dalam suatu perbincangan tanpa adanya suatu perubahan, dan perantara. Penulisan direct speech dselalu diapit oleh tanda baca kutip (“…”) dan kalimatnya selalu diawali oleh huruf capital. Tanda baca titik dua (:) atau koma (,) diletakkan sebelum direct speech. Bilamana kata penghubung/pelapor (reporting verb)-nya berada dimuka dan tanda baca koma (,) harus diletakakn setelah direct speech bilamana kata penghubungnya deletakkan setelah/diantara direct speech-nya. Tanda baca seperti tanda seru (!), tanda Tanya (?) yang menunjukan jenis kalimat direct tidak mengalami perubahan.

Sedangkan Indirect Speech (kalimat tidak langsung) digunkan untuk menceritakan kembali percakapan/kalimat seseorang yang mana mengalami modifikasi tertentu. Keterangan waktu, kata ganti ataupun kata kerjaa akan mengalami perubahan sesuai dengan pola kalimat.

Terdapat 3 Jenis Indirect Speech (kalimat tidak langsung) yaitu:

1. Kalimat Berupa Statement

Kalimat statement yang dimaksud bisa berupa kalimat positif ataupun kalimat negative.

  • Omes said,” I am happy”.
    (Omes berkata, aku bahagia)
    Indirect speech :
    Omes said that He was happy
    (Omes berkata bahwa dia(lk) bahagia)
  • Melani said,”I don’t invite you.”
    (Melani berkata,”Aku tidak mengundangmu”)
    Indirect Speech :
    Melani said that she didn’t invite me
    (Melani berkata bahwa dia(pr) tidak mengundangku
  • Nurman said, “We will go to Jakarta.”
    (Nurman berkata,”kami akan pergi ke Jakarta”)
    Indirect speech :
    Nurman said that they would go to Jakarta
    (Nurman berkata bahwa mereka akan pergi ke Jakarta )

2. Kalimat Perintah (Imperative)

Pada kalimat perintah ini, tidak adanya subjek diawal kalimat. Melainkan diawalai dengan kata kerja bentuk pertama (infinitive). Kalimat perintah bisa berupa kalimat perintah positif dan kalimat perintah larangan (prohibition) yang diawali dengan kata “don’t”.

Contohnya :

  • He said me “Go away!”.
    (Dia(lk) berkata pada ku,”J pergi!)
    Indirect speech :
    He said me to go out
    (Dia(lk) berkata padaku untuk pergi)
  • “Don’t be late!” said My mom
    (“Jangan telat!” kata ibuku)
    Indirect speech :
    My mom said me not to be late
    (Ibuku berkata kepadaku untuk jangan telat)
  • She said, “Sweep the floor!”
    (Dia(pr) berkata,”sapulah lantai!”)
    Indirect speech:
    She said me to sweep the floor
    (Dia (pr) berkata padaku untuk menyapu lantai)

3. Kalimat Tanya (Interrogative)

Kalimat petanyaan terbagi menjadi dua jenis.

  1. Yang pertama kalimat Tanya menggunakan WH-question (who, what, why, where, when, how dan lain-lain)
    Contohnya :

    • Maria asked, “Where are the guests?”
      (Maria bertanya,”Dimana para tamu?”)
      Indirect speech:
      Maria asked where the guests were
      (Maria bertanya dimanakah para tamu?)
    • Very asked,”Why did you come late?
      (Very bertanya ,”mengapa kamu datang telat?”)
      Indirect speech :
      Very asked why I had come late
      (Very bertanya mengapa kmau datang telat?)
    • Tina asked,”When will you take your book?”
      (Tina bertanya kapan kamu akan mengambil bukumu?”
      Indirect speech :
      Tina asked when I would take my book
      (Tina bertanya kapankah kamu mengambil bukumu?)


  2. Yang kedua kalimat Tanya yang menggunakan Auxiliary (kata kerja bantu), tobe atau pun modal.
    Contohnya:

    • Restu asked,”Do you understand?”
      (Restu bertanya,” apakah kamu mengerti?”)
      Indirect speech:
      Restu asked if/whether i understood
      (Restu berttanya apakah kamu mengerti)
    • Rida asked, “were you on time?”
      (Rida bertanya,” apakah kamu tepat waktu?”)
      Indirect speech :
      Rida asked if/whether i had been on time
      (Rida bertanya apakah kamu tepaty waktu)
    • Ami asked,”Can I go with you?”
      (Ami bertanya,”dapatkah aku pergi denganmu?”)
      Indirect speech :
      Ami asked if/whether she could go with me
      (Ami bertanya apkah aku dapat pergi denganmu)

Itulah penjelasan materi tentang Perbedaan, Jenis dan Contoh Kalimat Direct & Indirect Speech untuk menambah wawasan anda dalam pendidikan bahasa inggris.  Semakin giatlah membaca, maka akan semakin banyak ilmu yang didapat. Semoga bermanfaat.