Conditional Sentence (If Clause) type 2

Rumus (Pola) Kalimat Inversion Conditional Sentence (If Clause) type 2

Posted on

Berjumpa lagi dengan kami sahabat semuaa…
masih ingat dengan pembahasan sebelumnya mengenai kalimat Conditional Sentences?? Kami ingatkan kembali bahwa kalimat conditional sentences merupakan kalimat pengandaian, karena kalimat ini menyatakan suatu yang tidak sesuai dengan kenyataan atau fakta yang ada apabila syaratnya tidak terpenuhi. Sedangkan kalimat bersyarat, karena menyatakan suatu yang mungkin terjadi terjadi jika syaratnya terpenuhi. namun, kali ini kita bahas tentang Type Inversi dari Conditional sentences.

Kata inversi merupakan suatu kata benda yang mempunyai arti pembalikan posisi, arah, susunan, dan sebagainya, sebuah pembalikan susunana bagian kalimat yang berbeda dengan susunan yang lazim( misalnya saya makan roti menjadi makan roti saya), keterbalikan posisi dan sebagainya(yang mestinya berda diluar menjadi berada didalam, atau sebaliknya). Inversi dalam Conditional Sentence (If Clause) adalah dengan menghilangkan kata sambung “if” tetapi secara tersirat makna dari kata “if” tetap ada. Istilah ini sering dikenal sebagai Conditional Sentence (If Clause) without if (kalimat pengandaian tanpa if)

Conditional Sentence (If Clause) type 2

Pada kalimat Inversion Conditional Sentences terdapat 3 (tiga) pola yang harus kita ketahui. pada kesempatan sebelumnya kita sudah membahas tentang Inversion Conditioanl sentences (if clause) type 1.  kali ini kita bahas tentang Inversion Conditional Sentence (if clause) type 2. Sebelumnya Kita sudah mempelajari rumus dan pengertian dasar Conditional Sentence (If Clause) type 2, dimana jenis kalimat pengandain ini digunakan untuk Menyatakan suatu keadaan yang bertentangan dengan kenyataan yang ada saat ini (present time)
Dan ternyata Conditional Sentence (If Clause) type 2 bisa diinversikan dengan cara menggantikan kata “if” dengan kata “were atau should”, tetapi anak kalimat (subordinate clause) terletak diawal kalimat. Untuk lebih jelasnya perhatikanlah rumusnya dibawah ini:

Were + Subject + Complement + Subject + The Past Future Tense

atau

Should+ Subject + Complement + Subject + The Past Future Tense

perhatikanlah contoh kalimat dibawah ini:
• if I Were not busy, I would accompany you to with opera
(Seandainya kamu tidak sibuk, saya akan mengajakmu untuk menonton opera)
Setelah diinversi
Were I not busy, I would accompany you to with opera
(Seandainya kamu tidak sibuk, saya akan mengajakmu untuk menonton opera)

• if You Were late at home, They would be angry
(Seandainya kamu telat dirumah, mereka akan marah)
Setelah diinversi
Were You late at home, They would be angry
(Seandainya kamu telat dirumah, mereka akan marah)

• if he Should propose to her, he would marry her soon
(Seandainya dia(laki-laki) melamarnya, dia akan menikahinya segera)
Setelah diinversi
Should he propose to her, he would marry her soon
(Seandainya dia(laki-laki) melamarnya, dia akan menikahinya segera)

• if I Were to find the pen, I would give it to you
(Seandainya saya menemukan pena, saya akan memberikannya padamu)
Setelah diinversi
Were I to find the pen, I would give it to you
(Seandainya saya menemukan pena, saya akan memberikannya padamu)

Demikanlah pejelasan yang bisa di sampaikan, semoga dapat menambah wawasan yang bermanfaat baik untuk mengasah kemampuan bahasa inggris anda menjadi lebih baik. Semoga literatur pada artikel yang berjudul Rumus (Pola) Kalimat Inversion Conditional Sentence (If Clause) type 2 kali ini bermanfaat, sampai jumpa pada posting berikutnya.


Baca juga artikel lainnya :